Wednesday, October 20, 2021

Teh Healna Kesehatan Untuk Berbagai Penyakit

 Apa itu Teh Herbal?



Teh Herbal Healna
Order Sekarang Juga

WA 081325307164


   Teh Herbal adalah sebutan untuk ramuan bunga, daun, biji, akar atau buah kering untuk membuat minuman yang juga disebut teh herbal. Walaupun disebut "teh", ramuan atau minuman ini tidak mengandung daun dari tanaman teh (Camellia Sinensis).

       Teh herbal biasanya diseduh dengan air panas untuk mendapatkan minuman yang beraroma harum. Namun, teh herbal dari bahan biji tumbuhan atau akar sering perlu direbus lebih dulu sebelum disaring dan siap disajikan. Walaupun mengandung ramuan bunga atau buah kering, teh yang berasal dari daun teh seperti teh melati atau teh Earl Grey tidak disebut sebagai teh herbal. Campuran jeruk bergamot dalam teh Earl Grey atau bunga melati ke dalam teh melati dimaksudkan sebagai pengharum untuk membuat variasi aroma teh.

       Teh herbal tersedia dalam kemasan kaleng, kantong teh, atau teh herbal siap minum dalam kemasan kotak. Teh herbal juga sering diiklankan sebagai minuman kesehatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu, bahan-bahan yang dikumpulkan dari kebun, seperti bunga kembang sepatu, seruni, atau kamomila, dan daun-daun beraroma harum seperti pepermin dan rosemary, setelah dikeringkan bisa diramu menjadi teh herbal.


7 Manfaat Teh Herbal 



- Bantu Atasi Insomnia

            Teh herbal yang terbuat dari bunga kamomil dan lavender diketahui memiliki kemampuan untuk menenangkan pikiran. Oleh karena itu, minuman ini dapat membantu Anda yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia. Penelitian terhadap 80 wanita yang mengalami insomnia menemukan, konsumsi teh kamomil selama 2 minggu berturut-turut berhasil mengurangi gejala insomnia dan depresi.

- Anti Peradangan Alami

            Khasiat teh herbal lainnya adalah sebagai anti peradangan alami, contohnya dari teh rosehip dan kamomil. Kandungan antiradang alami membantu mengurangi keluhan nyeri pada tubuh.Selain memiliki efek anti-peradangan, teh herbal seperti kamomil, daun thyme, dan peppermint juga berperan sebagai antibakteri alami.

- Meningkatkan Dayan Tahan Tubuh

            Penelitian menemukan, tanaman echinacea memiliki kemampuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, terutama melawan berbagai virus misalnya virus penyebab common cold (flu dan batuk).Kini, ekstrak echinacea telah dikemas dalam bentuk kapsul sebagai suplemen untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, jangan hanya bergantung pada teh herbal saja. Daya tahan tubuh yang baik juga didapat dari pola hidup sehat. Pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, dan istirahat cukup.

- Sumber Antioksidan

            Bunga hibiscus dan rosehip diketahui memiliki kandungan vitamin C tinggi. Vitamin C adalah antioksidan kuat yang dapat membantu tubuh memerangi radikal bebas. Selain itu, keuntungan minum teh herbal ini dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Kandungan antioksidan di dalamnya mencegah tanda-tanda penuaan dini, misalnya keriput atau garis-garis halus. Tentunya, upaya ini harus diimbangi dengan pola hidup sehat agar hasil lebih maksimal.

- Menjaga Kesehatan Pencernaan

            Daun peppermint telah dikenal dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Herbal ini mampu meredakan gejala kembung, mual, muntah, dan nyeri perut.Selain peppermint, teh jahe juga telah terbukti memiliki khasiat untuk meredakan mual muntah dan aman dikonsumsi ibu hamil.Oleh karena itu, tak heran bila para dokter kebidanan dan kandungan merekomendasikan ibu hamil yang mengalami mual muntah selama hamil muda untuk mengonsumsi jahe.

- Membantu Meningkatkan Daya Ingat 

            Teh daun sage merupakan salah satu jenis teh herbal yang dipercaya dapat menjaga kesehatan otak. Dalam penelitian tes tube, teh sage memiliki potensi melawan pembentukan plak di otak pada penyakit Alzheimer. Namun, penelitian ini masih terbatas dan perlu riset lebih lanjut pada manusia. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk minum teh daun sage demi meningkatkan fungsi otak dan daya ingat.

- Membantu Menurunkan Berat Badan

            Manfaat teh herbal yang tak kalah pentingnya adalah membantu menurunkan berat badan. Contohnya teh hijau, minuman satu ini paling sering dikonsumsi untuk menyukseskan program diet. Di dalam teh hijau, terdapat senyawa katekin yaitu antioksidan yang membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan pembakaran lemak. Penelitian menemukan, kelompok yang minum teh hijau rutin selama 12 minggu berturut-turut menunjukkan hasil penurunan berat badan, massa lemak, dan lingkar pinggang secara signifikan.

9 Efek Samping Teh Untuk Kesehatan Bila Dikonsumsi Terlalu Banyak

- Mengurangi Penyerapan Zat Besi

            Teh mengandung tanin yang berperan mengikat zat besi dalam makanan tertentu. Alhasil, tubuh akan kekurangan zat besi.  Sekedar info, jumlah tanin dalam teh sangat bervariasi tergantung pada jenis teh dan cara penyajiannya.  Anda sebaiknya mengonsumsi kurang dari tiga cangkir teh saban harinya.

- Meningkatkan Stres & Cemas

            Daun teh mengandung kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dari teh bisa memicu perasaan cemas, stres, dan gelisah.  Asal tahu saja, secangkir teh rata-rata mengandung sekitar 11-61 mg kafein (tergantung pada varietas dan metode pembuatannya).

            Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein dibandingkan teh hijau dan teh putih. Selain itu, semakin lama teh diseduh semakin tinggi pula kandungan kafeinnya.  Sebuah penelitian menyatakan dosis kafein di bawah 200 mg per hari tidak memicu kecemasan yang siginifikan pada kebanyakan orang. 

- Sulit Tidur

           Kandungan kafein dalam teh membuat Anda susah tidur.  Beberapa penelitian menyatakan kafein bisa menghambat produksi melatonin dan membuat tidur tidak nyenyak. Sekedar info, melatonin merupakan hormon yang memberi sinyal otak untuk tidur.

- Mual

       Senyawa tertetu dalam teh bisa memicu rasa mual, terutama saat Anda mengonsumsinya dalam jumlah banyak saat perut kosong.  Sifat astringen tanin bisa mengiritasi jaringan pencernaan yang menyebabkan mual atau sakit perut.  Agar lebih nyaman untuk pencernaan, Anda bisa menambahkan susu saat ingin mengonsumsi teh. 

- Heartburn

       Senyawa tertetu dalam teh bisa memicu rasa mual, terutama saat Anda mengonsumsinya dalam jumlah banyak saat perut kosong.  Sifat astringen tanin bisa mengiritasi jaringan pencernaan yang menyebabkan mual atau sakit perut.  Agar lebih nyaman untuk pencernaan, Anda bisa menambahkan susu saat ingin mengonsumsi teh. 

- Gangguan Kehamilan

           Perempuan hamil sebaiknya tidak mengonsumsi teh. Sebab, kandungan kafein dalam teh bia meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti keguguran dan menurunnya berat badan bayi.  Data tentang hubungan bahaya kafein dengan kehamilan masih beragam dan belum jelas. Namun, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa risiko komplikasi tetap relatif rendah.  Dengan catatan, Anda mengonsumsi kafein di bawah 200-300 mg per hari. 

- Sakit Kepala

           Kafein memang bisa membantu meringankan beberapa jenis sakit kepala. Namun, konsumsi kafein berlebihan bisa membuat sakit kepala kembali kumat.  Asal tahu, konsumsi sekitar 100 mg kafein per hari bisa membuat sakit kepala kumat.  Teh mengandung kafein yang cukup rendah bila dibandingkan minuman lainnya seperti kopi dan soda. Dalam secangkir teh (240 ml) mengandung sekitar 60 mg kafein. 

 - Pusing 

          Saat Anda mengonsumsi kafein lebih dari 400 - 500 mg atau sekitar 6-12 cangkir teh maka akan memicu pusing.

 - Ketergantungan

         Kandungan kafein dalam teh bisa membuat Anda merasa ketergantungan.  Tubuh akan merasa kelelahan, detak jantung meningkat, sakit kepala, dan mudah marah bisa Anda tidak mengonsumsi atau mengurangi jumlah konsumsi kafein harian.  Sifat ketergantungan ini muncul setelah Anda mengonsumsi teh dalam tiga hari  berturut-turut dengan jumlah yang terus meningkat.  Namun, setiap orang memiliki tingkat sensitifitas terhadap kafein yang berbeda-beda.  Mulai sekarang, Anda sebaiknya minum teh secukupnya agar tidak memicu masalah kesehatan. 

 



No comments:

Post a Comment